apakah anda menyenangi blog ini ?

Senin, 15 Maret 2010

MOTIVASI DALAM BELAJAR DAN PENGAJARAN

A. Pengertian Motivasi

Istilah motivasi baru digunakan sejak awal abad kedua puluh. Selama beratus-ratus tahun, manusia dipandang sebagai makhluk rasional dan intelek yang memilih tujuan dan menentukan sederet perbuatan secara bebas. Nalarlah yang menentukan apa yang dilakukan manusia. Manusia bebas untuk memilih dan pilihan yang ada baik atau buruk, tergantung pada intelegensi dan pendidikan individu, oleh karenanya manusia bertanggung jawab penuh terhadap setiap prilakunya.
Dalam mendefenisikan konsep motivasi ini terdapat kesulitan, karena motivasi masih merupakan suatu konsep yang masih controversial. Konsep motivasi semakin sulit didefenisikan, ketika dalam pembahasan psikologi terdapat istilah motif yang dalam penggunaannya terkadang berbeda dalam istilah motivasi. Dan kadang-kadang motif dan motivasi itu digunakan secara bersamaan dan dalam makna yang sama, hal ini disebabkan karena pengertian motif dan motivasi keduanya sulit dibedakan dengan jelas.
Pakar psikologi ada yang membedakan istilah motif dan motivasi, yaitu :
Motif adalah sesuatu yang ada dalam diri seseorang, yang mendorong orang tersebut untuk bersikap dan bertindak guna mencapai tujuan tertentu. Motif dapat berupa kebutuhan dan cita-cita. Motif ini merupakan awal dari proses motivasi, sehingga motif baru merupakan suatu kondisi intern atau kesiap siagaan saja sebab motif tidak selamanya aktif.
Sedangkan motivasi didefenisikan dengan segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut atau mendorong seseorang untuk memenuhi kebutuhan. M. Usman Najati, motivasi adalah kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada makhluk hidup dan menimbulkan tingkah laku serta mengarahkannya menuju tujuan tertentu.
Menurut Hoy dan Miskel motivasi adalah kekuatan-kekuatan yang kompleks, dorongan-dorongan, kebutuhan-kebutuhan, pernyataan-pernyataan, ketegangan, atau mekanisme lainnya yang memulai dan menjaga kegiatan-kegiatan yang diinginkan ke arah pencapaian tujuan-tujuan personal.
Adapun menurut Abdul Mujib dalam bukunya Nuansa-nuansa Psikologi Islam, mengatakan motivasi adalah keseluruhan dorongan, keinginan, kebutuhan, dan daya yang sejenis yang mengarahkan prilaku. Motivasi juga diartikan satu variabel penyelang yang digunakan untuk menimbulkan faktor-faktor tertentu di dalam organisme, yang membangkitkan, mengelola, mempertahankan, dan menyalurkan tingkah laku menuju satu sasaran.
Dari beberapa pendapat ini, dapat disimpulkan motivasi adalah segala pendorong yang ada di dalam organisme yang mengarahkan kepada tujuan yang tertentu.

B. Jenis Motivasi

Jenis-jenis motivasi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dengan demikian motivasi atau motif-motif yang aktif itu sangat bervariasi.
1. Motivasi dilihat dari dasar pembentukannya
a. Motif-motif bawaan
Yang dimaksud dengan motif bawaan adalah motif yang dibawa sejak lahir, oleh karena itu motivasi itu ada tanpa dipelajari. Misalnya : dorongan untuk makan, untuk bekerja, untuk beristirhat dan lainnya.
b. Motif-motif yang dipelajari
Adalah motif-motif yang timbul karena dipelajari. Contohnya : dorongan untuk belajar cabang ilmu pengetahuan. Motif-motif ini sering disebut dengan motif-motif yang diisyaratkan secara sosial, disebabkan manusia hidup dalam lingkungan sosial dengan sesama manusia lainnya sehingga motivasi itu terbentuk.
2. Jenis motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis
a. Motif atau kebutuhan organis, misalnya kebutuhan untuk minum, makan, bernafas.
b. Motif-motif darurat. Yang termasuk ini antara lain : dorongan untuk menyelamatkan diri, membalas, berusaha.
c. Motif-motif objektif, dalam hal ini menyangkut kebutuhan eksplorasi, manipulasi, dan menaruh minat.
3. Motivasi jasmaniah dan rohaniah
Beberapa ahli menggolongkan jenis motivasi itu menjadi dua jenis motivasi, yaitu motivasi jasmaniah dan motivasi rohaniah. Yang termasuk motivasi jasmaniah adalah refleks, instink otomatis, nafsu. Sedangkan yang termasuk motivasi rohaniah adalah kemauan.
4. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik
a. Motivasi intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfugsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Contohnya seorang anak yang senang membaca, tidak usah disuruh mencari buku karena dia akan mencarinya sendiri.
b. Motivasi ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan berfungsinya karena adanya perangsang dari luar. Sebagai contoh, seorang anak akan menghafal pada malam hari dikarenakan pada esok harinya akan diadakan ujian.

C. Fungsi Motivasi Dalam Belajar dan Mengajar

Adapun fungsi dari motivasi ini adalah :
1. Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
2. Menentukan arah perbuatan, yakni ke arah tujuan yang hendak di capai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.
3. Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Selain fungsi-fungsi ini, terdapat juga fungsi lainnya. Motivasi dapat berfungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik pula.

D. Bentuk-bentuk Motivasi dalam Belajar

Di dalam kegiatan belajar mengajar peranan motivasi baik intrinsik maupun ekstrinsik sangat diperlukan. Motivasi bagi pelajar dapat mengembangkan aktivitas dan inisiatif, dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melakukan kegiatan belajar.
Dalam hal ini perlu diketahui bahwa cara dan jenis menumbuhkan motivasi itu ada bermacam-macam. Tetapi untuk motivasi ekstrinsik kadang tepat dan kadang-kadang bisa tidak sesuai. Oleh karena itu guru harus berhati-hati dalam menumbuhkan motivasi bagi siswanya dalam belajar.
Ada beberapa bentuk dan cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah.
1. Memberi angka
Angka dalam hal ini sebagai simbol dari nilai kegiatan belajarnya. Banyak siswa belajar, yang utama justru untuk mencapai angka yang baik. Sehingga yang dikejar siswa biasanya adalah nilai pada raport yang angka-angkanya baik.
Angka yang baik itu bagi para siswa adalah suatu motivasi yang sangat kuat. Namun, tidak semua siswa menganggap demikian, ada yang belajar asal naik kelas saja. Siswa yang seperti ini menunjukkan bahwa motivasi yang dimilikinya kurang berbobot bila dibandingkan dengan siswa yang menginginkan nilai baik.
2. Hadiah
Hadiah dapat juga dikatakan sebagai motivasi, tetapi tidak selalu demikian. Karena hadiah untuk suatu pekerjaan tidak akan menarik bagi orang yang tidak suka dengan pekerjaan itu.
3. Saingan / kompetisi
Saingan atau kompetisi dapat digunakan sebagai alat motivasi untuk mendorong belajar siswa. Persaingan, baik persaingan individual maupun persaingan kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
4. Ego-involvement
Menumbuhkan kesadaran kepada siswa agar merasakan pentingnya tugas dan menerimanya sebagai tantangan sehingga bekerja keras dengan mempertaruhkan harga diri adalah sebagai salah satu bentuk motivasi yang cukup penting.
5. Memberi ulangan
Para siswa akan menjadi giat belajar kalau mengetahui akan ada ulangan. Oleh karena itu memberi ulangan juga merupakan sarana motivasi.
6. Mengetahui hasil
Dengan mengetahui hasil pekerjaan, apalagi kalau terjadi kemajuan, akan mendorong siswa untuk lebih giat belajar. Semakin mengetahui ada peningkatan grafik belajar, maka ada motivasi pada diri siswa untuk terus belajar.
7. Pujian
Pujian adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Oleh sebab itu, agar menjadi suatu motivasi maka diberikan pada saat yang tepat.
8. Hukuman
Hukuman sebagai reinforcement yang negatif tetapi kalau diberikan secara tepat maka akan menjadi sebuah motivasi.

9. Hasrat untuk belajar
Hasrat untuk belajar berarti ada unsur kesengajaan , ada maksud untuk belajar. Hasrat untuk belajar berarti pada diri anak tersebut ada motivasi untuk belajar.
10. Minat
Motivasi muncul karena ada kebutuhan, begitu juga minat sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok.
11. Tujuan yang diakui
Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa, akan menjadi alat motivasi yang penting. Sebab dengan memahami tujuan yang harus dicapai, karena dirasa sangat berguna dan menguntungkan, maka akan timbul gairah untuk belajar.

E. Peran Guru dalam Memotivasi Siswa dalam Belajar

Guru merupakan penggerak kegiatan belajar para siswanya. Ia harus menyusun suatu rencana tentang cara-cara melakukan tindakan serta mengumpulkan bahan-bahan yang dapat membangkitkan serta menolong para siswanya agar mereka terus melakukan usaha-usaha yang efektif untuk mencapai tujuan-tujuan belajar. Sebagian dari siswa yang masuk sekolah dan memiliki tujuan-tujuan belajar dalam pikirannya. Bagi mereka ini mungkin hanya diperlukan sedikit bantuan untuk membangkitkan motif-motifnya. Akan tetapi, ada juga anak yang datang ke sekolah tanpa memiliki tujuan apa-apa. Kepada mereka ini perlu diberikan banyak bantuan agar mereka melihat tujuan-tujuan belajar yang bermakna bagi mereka.
Tiap guru berusaha memotivasi semua anak dengan tekhnik yang sama sehingga mungkin sebagian akan tertolong, tetapi sebagian lain tidak. Oleh karena itu, guru perlu terus belajar mengenai cara-cara membangkitkan motif ini.



F. Kajian Motivasi dalam Persfektif Islam

Dalam Al Qur’an ditemukan beberapa statement baik secara eksplisit maupun implisit menunjukkan beberapa bentuk dorongan yang mempengaruhi manusia. Dorongan-dorongan yang dimaksud dapat berupa instingtif dalam bentuk dorongan naluriah maupun dorongan terhadap hal-hal yang memberikan kenikmatan. Beberapa ayat Al Qur’an antara lain :
1. Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). ( Q. S. Ali Imran : 14 )
2. Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia, ( Q. S. Al Qiyamaah : 20 )
3. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ( Q. S. Ar Ruum : 30 )

Ayat yang pertama dan kedua menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya memiliki kecintaan yang kuat terhadap dunia dan syahwat, yang terwujud dalam kesukaan terhadap perempuan, anak dan harta kekayaan. Dalam ayat kedua dijelaskan larangan untuk menafikan kehidupan dunia karena manusia diberikan keinginan dalam dirinya untuk mencintai dunia. Hanya saja kesenangan hidup itu tidak boleh semata-mata hanya untuk kesenangan saja, yang sebenarnya lebih bersifat biologis daripada psikis. Padahal motivasi manusia harus terarah pada sebuah kiblat, yaitu arah masa depan yang disebut akhirat, sebuah kondisi yang situasi sebenarnya lebih bersifat psikis.
Ayat yang ketiga menekankan sebuah motif bawaan dalam wujud fitrah, sebuah potensi dasar. Potensi dasar yang memiliki makna sifat bawaan, mengandung arti bahwa sejak diciptakan manusia memiliki sifat bawaan yang menjadi pendorong untuk melakukan berbagai macam bentuk perbuatan, tanpa disertai peran akal, sehingga terkadang manusia tanpa disadari bersikap dan bertingkah laku untuk menuju fitrahnya.
Dengan penjelasan ayat ini, maka jelaslah bahwa Islam-pun menyebut-nyebut tentang motivasi yang ada pada manusia yaitu dalam pencapaian akhirat dan motivasi bawaan yang berbentuk fitrah manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar